oleh

Kaitan Proyek SNVT PJSA Sumatera VIII , Begini Kata Sekretaris UPTPLB

Pangkalpinang – Viralnya pemberitaan Mega Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Penyak – Terentang Kabupaten Bangka Tengah BangkaBelitung milik SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR (PJSA) Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung yang bersumber dana APBN Tahun Anggaran 2021 dengan nilai pagu dana Rp 32 Milyar ,- dimenangkan oleh PT Dollar Lestari Mandiri dengan nilai pemenang tender Rp 22 Milyar dan yang berkontrak PT.Cimendang Sakti Kontrakindo , akhirnya mendapatkan respon dari Henrico selaku Kepala Bp2jk wilayah Babel , setelah dikonfirmasi dirinya menyarankan wartawan konfirmasi langsung ke pak Ryan sebagai sekretaris UPTPLB , menurut keterangan Ryan (17/05/21) pukul 17 ;14 WIB

” Pokja sudah melaksanakan proses lelang dan PT. Dolar yang menang

Pokja hanya sampai situ wewenangnya bg

Dan insya’Allah mengikuti aturan yang berlaku

Jadi baiknya abg konfirm ke ppk ….
Dirinya menyebutkan , kami bekerja sudah sesuai Perpres 16 Tahun 2018 dan juga Permen PU 14 tahun 2020 ,
Dalam proses yg ditunjuk dan yg berkontrak bukan calon pemenang memang ada di atur di dalam perpres tapi itu sudah rana/wilayah ppk

Disinggung perihal lamanya proses lelang dari bulan Desember 2020 hingga awal Mei 2021 , Ryan katakan

” Memang proses lelangnya lama bg trpat lama karena 2 kali evaluasi ulang klo gak salah dalam prosesnya sudah berkoordinasi dengan tim pusat dan irjen, imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya kegiatan milik SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR (PJSA) Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung yang bersumber dana APBN Tahun Anggaran 2021 dengan nilai pagu dana Rp 32 Milyar.

Kemudian, Paket Pembangunan Pengaman Pantai Penyak – Terentang Kabupaten Bangka Tengah itu adalah paket
Yang waktu tendernya paling lama, sejak 16 Desember 2020 sampai dengan 4 Mei 2021, selama lebih kurang 6 bulan. Itu adalah waktu tender terlama. Hal itu mendakan kinerja Kepala BP2JK Provinsi Bangka Belitung tidak efektif dan di awal bulan mei 2021 ditentukanlah pemenangnya PT. Dolar dinyatakan sebagai pemenang dan yang membuat publik binggung mengapa malahan PT.Cimedang yang berkontrak dalam proyek tersebut bukan PT.Dolar sebagai pemenang.(waw).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *