Karya : Erillia Sapturiansih
Ibarat sebuah bus, jika guru merupakan sopir,
maka murid adalah penumpangnya. Guru berperan
sebagai pengemudi yang mengantarkan dan mengarahkan
murid-muridnya ke depan pintu kesuksesan.
Pengabdian guru sangat dibutuhkan untuk
keberhasilan masa depan generasi bangsa. Ketulusan,
keikhlasan, ketekunan, dan kesabaran guru dalam
mengajar menjadi acuan bagi murid-murid yang sedang
menuntut ilmu.
Jika dahulu guru sulit mendapat transformasi dan
harus berjalan kaki untuk sampai ke sekolah, jam
mengajar lebih lama karena kurangnya tenaga pendidik,
gaji yang kecil hingga turunnya semangat dalam
mengajar, dan tidak adanya uang tunjangan sertifikasi.
Kini zaman telah berubah. Transformasi dapat
ditemukan di mana saja, bahkan bisa hanya menggunakan
telepon genggam untuk memesan ojek online saat
bepergian. Selain itu, saat ini guru-guru sudah ada uang
tunjangan sertifikasi dari pemerintah.
Teknologi semakin canggih. Informasi tidak
hanya didapatkan dari buku saja. Guru dapat mengakses
pembelajaran melalui internet, yang pastinya
memudahkan dalam mencari materi pembelajaran untuk
siswa dan siswi.
Seharusnya hal itu mampu membuat guru
bernapas lega karena akses-akses yang dulunya menjadi
kendala dan hambatan kini telah dimudahkan. Namun,
kenyataannya saat ini masih banyak guru yang kurang
bersyukur, selalu mengeluh, dan seakan abai akan
tanggung jawabnya.
Hal tersebut masih banyak ditemukan di sekolahsekolah yang jauh dari perkotaan. Tidak sedikit guru yang
melalaikan tugasnya, datang ke sekolah terlambat, dan
jarang masuk kelas. Bahkan, ada oknum guru yang masuk
ke kelas hanya untuk memberikan tugas tanpa mengawasi
dan menjelaskan materinya lebih dulu pada muridmuridnya. Padahal anak-anak masih membutuhkan
arahan dan banyak pelajaran untuk bekal di kemudian
hari.
Saat ini masih banyak ditemukan guru-guru yang
bersikap tidak adil dan lebih condong ke murid yang
terlihat pintar saja, meremehkan murid yang dianggap
tidak mampu menangkap pembelajaran, bahkan muridmurid tersebut tidak diperhatikan. Padahal semua sama.
Sebagai guru sepatutnya mampu merangkul semua
peserta didik tanpa membeda-bedakan.
Tidak hanya murid yang menghormati guru, tetapi
guru juga harus menunjukkan keteguhan dan menyayangi
semua murid-muridnya tanpa terkecuali. Bila di rumah
orangtua murid adalah ayah dan ibu, maka di sekolah guru
adalah orangtuanya.
Guru merupakan sebuah peran penting dalam
dunia pendidikan. Keberhasilan seseorang pastinya
terdapat campur tangan guru. Maka dari itu, pengabdian
guru yang tulus dan hormatnya peserta didik pada guru
sangat dibutuhkan untuk membangun hubungan yang
baik antara guru dan murid, karena murid adalah
penyemangat guru dalam menjalankan baktinya dan
meraih ridho Illahi.
Di bawah ini adalah puisi untuk para guru-guru
hebat di luar sana.
Keteguhan Guru untuk Kesuksesan Murid
Oleh : Erillia Sapturiansih
Semakin tahun umurku kian menipis
Kau bekali aku dengan ilmu tiada habis
Bila jauh ajari semangat juangmu
Yang membuatku kagum dengan apa yang kau lakukan
Kau rela mempertaruhkan nyawamu
Melawan derasnya aliran sungai
Melewati lebatnya pepohonan
Dan meniti jembatan sakaratul maut
Entah apa yang kau pikirkan
guru yang tulus dan hormatnya peserta didik pada guru
sangat dibutuhkan untuk membangun hubungan yang
baik antara guru dan murid, karena murid adalah
penyemangat guru dalam menjalankan baktinya dan
meraih ridho Illahi.
Di bawah ini adalah puisi untuk para guru-guru
hebat di luar sana.
Keteguhan Guru untuk Kesuksesan Murid
Oleh : Erillia Sapturiansih
Semakin tahun umurku kian menipis
Kau bekali aku dengan ilmu tiada habis
Bila jauh ajari semangat juangmu
Yang membuatku kagum dengan apa yang kau lakukan
Kau rela mempertaruhkan nyawamu
Melawan derasnya aliran sungai
Melewati lebatnya pepohonan
Dan meniti jembatan sakaratul maut
Entah apa yang kau pikirkan untuk memperoleh amal jariah dari Allah SWT.
