Algafry Ungkap 11 Desa Wisata Jadi Andalan Pariwisata Bangka Tengah

Koba – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mempromosikan potensi pariwisata daerah dalam siniar bersama El John Media di Pangkalpinang, Selasa (19/5/2026). Dalam kesempatan itu, Algafry menegaskan sektor wisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus pembangunan daerah sejak awal kepemimpinannya.

 

Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Bangka Tengah, Zulfan, Algafry memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki daerah tersebut melalui siaran yang ditayangkan di kanal Youtube dan TikTok El John Media Bangka.

 

Selama sekitar 45 menit, diskusi berlangsung interaktif membahas perkembangan wisata hingga strategi penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di Bangka Tengah.

 

Menurut Algafry, Bangka Tengah memiliki ragam destinasi yang lengkap, mulai dari wisata alam, wisata bahari, budaya, sejarah hingga desa wisata berbasis kearifan lokal yang terus dikembangkan pemerintah daerah.

 

“Potensi pariwisata Bangka Tengah sangat beragam dan menjadi salah satu kekuatan daerah yang terus kami dorong pengembangannya,” kata Algafry.

 

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 11 desa wisata yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati, yakni Desa Perlang, Kurau, Tanjung Pura, Lubuk Pabrik, Tanjung Gunung, Namang, Terak, Batu Belubang, Terentang, Kayu Besi dan Batu Beriga.

 

Setiap desa, lanjut Algafry, memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Ada yang dikenal dengan wisata mangrove dan bahari, potensi budaya dan tradisi masyarakat, wisata alam, hingga kuliner khas dan produk UMKM lokal.

 

Dalam sesi wawancara yang dipandu Nonie Delima, Algafry juga menjelaskan arah kebijakan pengembangan wisata daerah. Salah satu strategi yang dijalankan yakni memperkuat desa wisata agar potensi lokal, budaya, kerajinan serta kuliner mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

 

Selain desa wisata, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga mulai mengembangkan konsep event tourism atau wisata berbasis kegiatan dan festival.

 

Beberapa agenda yang telah digelar antara lain NgabubuArt, Festival Danau Pading, Murok Jerami di Namang, Kirab 1.000 Telur di Tapak Antu hingga kegiatan olahraga seperti Bateng Cup.

 

“Festival budaya, olahraga, seni hingga event kreatif ini bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.

 

Algafry menilai keterlibatan masyarakat dalam sektor wisata terus meningkat. Warga mulai berperan melalui pengelolaan desa wisata, usaha kuliner, homestay, jasa transportasi hingga aktivitas ekonomi kreatif lainnya.

 

Meski demikian, ia menekankan bahwa kesadaran wisata masyarakat masih perlu diperkuat secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, sadar wisata bukan sekadar menerima kunjungan wisatawan, melainkan juga menjaga kebersihan, keamanan, keramahan serta melestarikan budaya lokal.

 

Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan sosialisasi, pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga pendampingan desa wisata agar masyarakat semakin siap mengelola potensi yang dimiliki.

 

Menutup siniar tersebut, Algafry turut mengingatkan pentingnya kemampuan berbahasa asing bagi masyarakat guna mendukung pelayanan kepada wisatawan mancanegara yang datang ke Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *