Me Hoa Perjuangkan Beasiswa KIP dan Dana Hibah Pesantren

Pangkalpinang — Di aula Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Kecamatan Koba, Jumat (15/5/2026) suara harapan para santri menggema penuh haru. Mereka datang bukan sekadar menyampaikan keluhan, tetapi membawa mimpi besar tentang pendidikan, masa depan, dan kehidupan yang lebih baik. Dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang II 2026 itu, Me Hoa hadir mendengarkan langsung setiap aspirasi yang disampaikan dengan tulus oleh para santri dan pengurus pesantren.

 

Salah satu harapan terbesar yang disampaikan adalah akses Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi para santri. Bagi mereka, beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi jalan untuk terus melanjutkan cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi. Me Hoa pun menegaskan komitmennya untuk mengawal agar bantuan pendidikan dapat benar-benar dirasakan oleh anak-anak pesantren di Bangka Belitung.

 

Tak hanya soal pendidikan, pengurus pesantren juga menyampaikan kebutuhan pembangunan asrama santri dan perhatian terhadap kesejahteraan guru pengajar. Di balik pengabdian tanpa lelah para ustaz dan ustazah, tersimpan harapan agar negara hadir memberi dukungan nyata bagi pendidikan keagamaan yang telah lama menjadi benteng moral generasi muda.

 

“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kebutuhan pesantren, mulai dari fasilitas hingga kesejahteraan tenaga pengajar, harus mendapat perhatian bersama,” tegas Me Hoa di hadapan para santri dan pengurus pesantren.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *