PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang Saparudin atau Prof Udin memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Kota Pangkalpinang selama 11 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.

Hal itu disampaikan Prof Udin dalam Rapat Paripurna Istimewa Kesatu Masa Persidangan I Tahun 2026 DPRD Kota Pangkalpinang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Prof Udin mengatakan, sejak menerima amanah memimpin Pangkalpinang pada 15 Oktober 2025, pemerintahannya memilih untuk mengutamakan kerja nyata dan kolaborasi bersama masyarakat.
“Amanah tersebut kami terima bukan sebagai sebuah kebanggaan pribadi, tetapi sebagai tanggung jawab besar kepada masyarakat. Sejak hari pertama, kami menyadari bahwa masyarakat tidak menunggu janji. Masyarakat menunggu kerja nyata,” kata Prof Udin.
Menurut dia, pembangunan kota bukan pekerjaan satu wali kota maupun satu periode pemerintahan. Pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang harus meneruskan program pemerintahan sebelumnya, memperbaiki kekurangan dan menjawab tantangan baru.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Udin juga menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin terdahulu yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Pangkalpinang.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para pemimpin sebelumnya yang telah mendedikasikan pikiran, tenaga, waktu dan pengabdiannya bagi pembangunan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Prof Udin menyebut posisi Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuat kota tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang pada 2025 tercatat 4,54 persen. Namun, pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi secara tahunan tercatat hanya 0,10 persen.
Sementara itu, inflasi year on year Pangkalpinang pada Juli 2026 berada di angka 2,67 persen dan meningkat menjadi 4,11 persen pada Agustus 2026.
“Karena itu, tugas kita ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan agar semakin inklusif dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka. Pertumbuhan harus mampu menarik investasi, menggerakkan dunia usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat UMKM.
Dalam bidang kesehatan, Prof Udin menyampaikan Pangkalpinang berhasil meraih UHC Award 2026. Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masyarakat Pangkalpinang mencapai 99,86 persen, atau melampaui batas minimal 98 persen.
Pemkot Pangkalpinang juga meraih Terbaik III dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.
Selain itu, Pemkot Pangkalpinang memperoleh predikat kualitas baik dari Ombudsman RI dengan nilai 85,02. Tiga unit pelayanan publik, yakni Dinas Sosial, RSUD Depati Hamzah dan SMP Negeri 1 Pangkalpinang, juga memperoleh predikat baik.
Di bidang reformasi hukum, Pemkot Pangkalpinang memperoleh predikat AA dalam penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2025 dari Kementerian Hukum RI.
Sementara di bidang pendidikan, hasil Tes Kemampuan Akademik 2026 menunjukkan jenjang SD Pangkalpinang berada di peringkat keenam tertinggi secara nasional dan jenjang SMP berada di peringkat kesembilan tertinggi secara nasional.
Pemkot Pangkalpinang saat ini juga membangun SMP Negeri 11 di eks Terminal Selindung, Kecamatan Gabek. Tahun depan, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan SMP Negeri 12 di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang.
